Amankah Tampon Bagi Kesehatan Vagina Wanita?

Amankah Tampon Bagi Kesehatan Vagina Wanita? www.produsenobat.com,- Menstruasi menjadi agenda rutin setiap wanita setiap bulannya. Pada masa menstruasi biasanya para wanita sering menggunakan pembalut yang banyak di jual di pasaran. Namun apakah anda pernah mendengar tampon? mungkin untuk sebagian wanita sudah tidak asing lagi dengan tampon. Fungsi tampon memang sama dengan pembalut namun dari cara penggunaannya memang sangat berbeda. Meskipun tampon di klaim dapat menyerap darah menstruasi lebih baik namun ada berbagai informasi juga yang mengatakan jika tampon ini berbahaya bagi kesehatan vagina wanita. Benarkah? simak ulasannya berikut ini.

Amankah Tampon Bagi Kesehatan Vagina Wanita

Di Indonesia tampon memang tidak terlalu populer bahkan tidak sedikit orang yang tidak tahu apa itu tampon. Berbeda dengan luar negeri penggunaan tampon memang sangatlah populer bahkan kebanyakan remaja di sana lebih suka menggunakan tampon saat menstruasi karena di nilai sangat praktis di bandingkan menggunakan pembalut.

Lalu apa sih yang membedakan tampon dan pembalut biasa? pada dasarnya baik tampon dan pembalut terbuat dari bahan yang sama namun dari bentuk juga cara penggunaanya yang berbeda. Tampon dibuat dengan bentuk tabung kecil yang di ujungnya ada tali serta cara penggunaanya di masukan kedalam lubang vagina. Penggunaan tampon saat menstruasi di klaim lebih praktis dan dapat menyerap darah menstruasi lebih banyak. Namun meskioun demikian tampon ini wajib diganti setiap 3 jam sekali untuk mencegah berkembangnya bakteri di vagina.

Namun di balik kelebihan tampon nyatanya penggunaan tampon ini merasakan rasa khawatir bagi wanita. Tentu saja bukan tanpa alasan karena penggunaanya di masukan kedalam lubang vagina banyak wanita yang merasa khawatir jika tampon akan masuk kedalam rahim. Dan tentu saja untuk wanita yang belum menikah penggunaan tampon ini ditakutkan dapat merusak selaput dara atau menghilangkan keperawanan.

Bagaimana penggunanan tampon menurut para ahli? Menurut Jessica Shepers, MD, dari Minimally Invasive Gynecology di University of Illinois College of Medicine, Chicago, Amerika Serikat memparkan jika penggunaan tampon lebih dari 12 jam dapat meningkatkab resiko terkena Toxic Shock Syndrome (TSS). Meskipun penyakit TSS ini sangat jarang terjadi namun mengganti tampon setiap 3 jam sekali haruslah di lakukan. Karena jika tidak maka dapat menyebabkan infeksi bakteri pada vagina.

Isu mengenai tampon memiliki efek buruk bagi kesehatan vagina nyatanya tidaklah benar. Pada dasarnya bahan yang di gunakan tampon sama dengan pembalut biasa yaitu dari kapas atau rayon. Kedua bahan tersebut dinilai sangat aman di gunakan dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada vagina. Terlebih saat ini bahan pembalut sudah tidak menggunakan klorin.

Baca juga artikel lainnya:

Enam Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Saat Haid

Ketahui Penyebab Menstruasi Tidak Lancar

Penyebab Munculnya Jerawat Pada Kemaluan

Gejala Infeksi Bakteri Vagina